Antara Bakat dan Kerja Keras
"ah dia emang bakat dari kecil", "udahlah.. kamu ngga bakat di bidang ini", "udah bakat dari sananya, nggak heran..". Mungkin kita sering sekali mendengar atau bahkan mengalami sendiri mendapat ucapan seperti itu dari seseorang. kalimat yang membawa-bawa "bakat" sangat menggangu di telinga kita, apalagi kata-kata itu digunakan untuk mengecilkan orang lain.
APA SEBENARNYA BAKAT ITU?
Bakat adalah kemampuan dasar seseorang untuk belajar dalam tempo yang relatif pendek dibandingkan orang lain, namun hasilnya justru lebih baik. Bakat merupakan potensi yang dimiliki oleh seseorang sebagai bawaan sejak lahir.
Dari definisi di atas, Memang semua orang memiliki keistimewaan sejak dari lahir, tapi apakah mereka yang tidak memiliki keistimewaan itu tidak bisa melakukan hal yang sama atau bahkan melebihi kemampuan mereka yang memiliki "bakat"? Jawabannya adalah iya, semua bisa menjadi lebih baik atau menjadi yang terbaik dalam suatu hal walaupun mereka sebelumnya tidak memiliki bakat apapun dalam suatu hal. caranya adalah melalui kerja keras, mau belajar dan terus berproses.
Siapa yang tidak kenal Michael Jordan si "Raja Slam Dunk"?
Kecintaan Mike pada bola basket makin menjadi-jadi saat usianya beranjak remaja. Ketika melanjutkan pendidikan di SMA, Mike tak ing in menyia-nyiakan kesempatan dan langsung bergabung dengan tim basket SMA Laney di Wilmington, North Carolina.
Kenyataan berkata lain. Mike tidak termasuk dalam daftar pemain utama tim basket sekolah. bahkan ditolak. penyebabnya adalah masalah tinggi badan dan dianggap kurang berbakat oleh pelatihnya.
Remaja kelahiran Brooklyn, New York 17 Februari 1963 itu sangat kecewa. Saat pulang dan sampai di rumah, Mike menangis di dalam kamar. Sang ibu tahu, keadaan putranya yang sedang galau waktu itu. Tak banyak bicara, ibundanya hanya mengelus kepala dan punggung Mike dengan penuh kasih sayang. "Saya lalu meminta Jordan untuk berlatih lebih keras lagi. Tapi jika sudah berlatih keras masih belum berhasil, itu berarti memang belum nasibnya," ungkap sang ibu Deloris Jordan
what? bagaimana bisa seorang legenda basket dunia yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk bermain basket dikatakan pelatihnya bahwa dia tidak berbakat dalam bermain basket? Jordan tidak berhenti sampai disitu sob, dia kembali ke lapangan basket, berlatih dengan keras tanpa mengenal lelah dan tak kenal kata menyerah. dia mau terus belajar dan berproses menjadi lebih baik setiap harinya. coba kita lihat Jordan sekarang, mungkin dia tidak akan menjadi seperti sekarang ini apabila mendengar kata pelatihnya dan berhenti bermain basket. Michael jordan telah membuktikan bahwa kerja keras bisa mengnlahkan bakat.
Kesimpulan
Kesimpulan dari semua ini adalah sejatinya memang semua orang di dunia memang memiliki bakat atau kelebihannya masing-masing. Akan tetapi bukan berarti mereka yang tidak memiliki kelebihan di suatu bidang tidak dapat mengasai bidang itu atau bahkan tidak bisa menjadi ahli di bidang tersebut. Dengan kerja keras dan usaha, mereka yang tidak memiliki bakat dalam suatu hal bisa menjadi yang terbaik di bidang yang mereka senangi. mereka yang terbaik juga berasal dari seorang pemula, mereka menjadi hebat karena tidak pernah malu untuk belajar dan bekerja keras untuk meraih apa yang mereka inginkan tanpa mendengar perkataan orang lain bahwa mereka berbakat atau tidak di bidang yang mereka geluti.
Disisi lain mereka yang telah dianggap berbakat namun tidak mau belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik lagi akan kalah dengan mereka yang tak memiliki bakat namun tidak berhenti untuk belajar dan kerja keras untuk mencapai target mereka.
Jadi intinya jangan mau menyerah atau berkecil hati kalau dibilang tidak berbakat.
Terus belajar dan berproses sob!
"Hidup itu tentang berproses. Jatuh bangkit lagi, gagal coba lagi, sampai lelah, sampai tuhan meminta kita untuk menyerah".
Sekaian. terima kasih.
Dari definisi di atas, Memang semua orang memiliki keistimewaan sejak dari lahir, tapi apakah mereka yang tidak memiliki keistimewaan itu tidak bisa melakukan hal yang sama atau bahkan melebihi kemampuan mereka yang memiliki "bakat"? Jawabannya adalah iya, semua bisa menjadi lebih baik atau menjadi yang terbaik dalam suatu hal walaupun mereka sebelumnya tidak memiliki bakat apapun dalam suatu hal. caranya adalah melalui kerja keras, mau belajar dan terus berproses.
Siapa yang tidak kenal Michael Jordan si "Raja Slam Dunk"?
Legenda basket dunia yang memiliki edisi sepatu khusus buatan Nike ini semasa remaja pernah ditolak karena dianggap tidak berbakat, berikut adalah kisahnya sob.
Kecintaan Mike pada bola basket makin menjadi-jadi saat usianya beranjak remaja. Ketika melanjutkan pendidikan di SMA, Mike tak ing in menyia-nyiakan kesempatan dan langsung bergabung dengan tim basket SMA Laney di Wilmington, North Carolina.
Kenyataan berkata lain. Mike tidak termasuk dalam daftar pemain utama tim basket sekolah. bahkan ditolak. penyebabnya adalah masalah tinggi badan dan dianggap kurang berbakat oleh pelatihnya.
Remaja kelahiran Brooklyn, New York 17 Februari 1963 itu sangat kecewa. Saat pulang dan sampai di rumah, Mike menangis di dalam kamar. Sang ibu tahu, keadaan putranya yang sedang galau waktu itu. Tak banyak bicara, ibundanya hanya mengelus kepala dan punggung Mike dengan penuh kasih sayang. "Saya lalu meminta Jordan untuk berlatih lebih keras lagi. Tapi jika sudah berlatih keras masih belum berhasil, itu berarti memang belum nasibnya," ungkap sang ibu Deloris Jordan
what? bagaimana bisa seorang legenda basket dunia yang telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia untuk bermain basket dikatakan pelatihnya bahwa dia tidak berbakat dalam bermain basket? Jordan tidak berhenti sampai disitu sob, dia kembali ke lapangan basket, berlatih dengan keras tanpa mengenal lelah dan tak kenal kata menyerah. dia mau terus belajar dan berproses menjadi lebih baik setiap harinya. coba kita lihat Jordan sekarang, mungkin dia tidak akan menjadi seperti sekarang ini apabila mendengar kata pelatihnya dan berhenti bermain basket. Michael jordan telah membuktikan bahwa kerja keras bisa mengnlahkan bakat.
Kesimpulan
Kesimpulan dari semua ini adalah sejatinya memang semua orang di dunia memang memiliki bakat atau kelebihannya masing-masing. Akan tetapi bukan berarti mereka yang tidak memiliki kelebihan di suatu bidang tidak dapat mengasai bidang itu atau bahkan tidak bisa menjadi ahli di bidang tersebut. Dengan kerja keras dan usaha, mereka yang tidak memiliki bakat dalam suatu hal bisa menjadi yang terbaik di bidang yang mereka senangi. mereka yang terbaik juga berasal dari seorang pemula, mereka menjadi hebat karena tidak pernah malu untuk belajar dan bekerja keras untuk meraih apa yang mereka inginkan tanpa mendengar perkataan orang lain bahwa mereka berbakat atau tidak di bidang yang mereka geluti.
Disisi lain mereka yang telah dianggap berbakat namun tidak mau belajar dan berproses untuk menjadi lebih baik lagi akan kalah dengan mereka yang tak memiliki bakat namun tidak berhenti untuk belajar dan kerja keras untuk mencapai target mereka.
Jadi intinya jangan mau menyerah atau berkecil hati kalau dibilang tidak berbakat.
Terus belajar dan berproses sob!
"Hidup itu tentang berproses. Jatuh bangkit lagi, gagal coba lagi, sampai lelah, sampai tuhan meminta kita untuk menyerah".
Sekaian. terima kasih.

Komentar
Posting Komentar